TUGAS KEWIRAUSAHAAN
LAPORAN USAHA RUMAH MAKAN
LAPORAN KEWIRAUSAHAAN USAHA RUMAH MAKAN SAIYO
SAKATO
USAHA RUMAH MAKAN
SAIYO SAKATO
Dosen Penanggung Jawab
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh:
Al Fandi Koto
191201133
HUT 2A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis ucapkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah-Nya
kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan laporan kewirausahaan. Adapun
laporan ini diperbuat untuk memenuhi salah satu tugas Kewirausahaan, Fakultas kehutanan, USU.
Penulis
megucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada dosen
penanggungjawab Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. yang telah memberikan
materi dengan baik, serta kepada asisten yang sebagai pembimbing sekaligus
yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan.
Penulis menyadari bahwa laporan
Kewirausahaan ini masih banyak kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu,
penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk
memperbaikinya. Penulis juga sangat mengharapkan dukungan dalam bentuk kritik dan saran
membangun serta kami harapkan semoga dari laporan ini dapat diambil hikmah dan
manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca agar menjadi
pengusaha sukses di masa-masa yang akan datang.
Medan, Juni
2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Gaspersz (2016), mengemukakan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha diantarannya perilaku
kewirausahaan, modal kerja, pengalaman, motivasi kerja, dan keterampilan”.Pada
keberhasilan usaha salah satu yang mempengaruhi adalah faktor perilaku
kewirausahaan sebagai pelaku wirausaha (wirausahawan) harus memiliki perilaku
kewirausahaan yang baik untuk mencapai keberhasilan. Kewirausahaan
adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan nilai
dengan mencurahkan waktu dan usaha, diikuti penggunaan uang, fisik, risiko, dan
kemudian menghasilkan balas jasa berupa uang serta kepuasan dan kebebasan
pribadi.
Menurut Kasmir, (2007), Namun justru dengan mengandalkan
kreatifitas dan inovasi produk itulah, kalangan pebisnis kuliner dapat meraih
nilai tambah yang cukup tinggi dengan memperoleh harga di atas harga jual
rata-rata produk sejenis yang dipasarkan di departmen store. Namun konsumen
sendiri merasa puas dengan produk tersebut karena memiliki cita rasa yang
menarik konsumen sendiri.
Menurut Saidi dan Hartati (2008), Kewirusahaan
merupakan proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan
upaya penelitian, menanggung resiko keuangan, fisik, serta resiko sosial yang
mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan
kebebasan pribadi. Sedangkan Menurut Saiman
(2009) Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang
dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan
meningkatkan efisien dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau
memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Menurut Kristian (2011), Akses kepada modal merupakan hambatan klasik
terutama dalam memulai usaha-usaha baru, setidaknya terjadi di negara-negara
berkembang dengan dukungan lembaga-lembaga penyedia keuangan yang tidak begitu
kuat. Studi empiris terdahulu menyebutkan bahwa kesulitan dalam mendapatkan
akses modal, skema kredit dan kendala sistem keuangan dipandang sebagai
hambatan utama dalam kesuksesan usaha menurut calon-calon wirausaha di
negara-negara berkembang.
Menurut Winarno (2011), Bahwa pengembangan usaha adalah tanggung
jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan,
motivasi dan kreativitas jika hal ini dilakukan oleh setiap wirausaha, maka
besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi
menengah bahkan menjadi sebuah usaha besar.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana profil usaha narasumber?
2. Apa saja prestasi dari narasumber?
3. Apa saja kiat dan teknik yang
digunakan narasumber dalam menjalankan usaha?
4.Bagaimana pendekatan kreatif yang
dilakukan dalam mengahadapi wabah pandemi Covid-19?
1.3 Tujuan
Tujuan
dari pembuatan laporan ini adalah agar mahasiswa atau pembaca dapat mengetahui
bagaimana profil usaha dari narasumber, mengetahui kiat sukses serta teknik
yang dilakukan narasumber dalam menjalankan usahanya, serta bagaimana inovasi
yang telah dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah Covid-19 pada saat ini.
BAB III
ISI
2.1 Profil
Usaha Narasumber
Ibu Afri Anita adalah pemilik usaha ‘Rumah Makan Saiyo Sakato’
dan usaha ini menjadikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Usaha ini
berlokasi di Jalan Galang sebelah Kodim 0204, Lubuk Pakam. Ibu ini sekarang
telah menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya yang baru saja meninggal
dan dibantu oleh ke tiga anaknya selepas pulang sekolah dan kuliah. Rumah makan
Saiyo Sakato merupakan Rumah makan yg memiliki masakan khas minang, dan nama
Saiyo Sakato itu diambil dari kata Saiya Sakata, yang artinya seiring bersama.
Usaha ini dimulai pada tahun 2007 sampai sekarang, dan kurang
lebih sudah 13 tahun mendalami usaha ini. Menu yang disediakan bermacam-macam
contohnya adalah gulai ikan, ikan bakar, ikan asam padeh, sop, soto dan masih
banyak yang lainnya. Dan ibu Afri Anita juga menjual berbagai minuman seperti
minuman botol, aneka jus, kopi masak, dan lainnya.
Proses awal agar usaha bisa
berjalan yaitu sebelum berinisiatif membuka usaha tersebut ibu Afri Anita dan
sang suami mencari lokasi berjualan yang tepat dan mendapatkan lokasi didekat
kodim 0204 dan itu menjadi target utama untuk penjualan. Dan disitu banyak juga
kos-kosan anak SMK. Ibu Afri Anita memiliki satu karyawan yang digaji perhari.
Ibu Annie memiliki keuntungan kurang
lebih 100ribu dalam sehari dan tidak termasuk akan habisnya berjualan dalam
sehari. Dimana sekarang ibu Annie sudah bisa mendapatkan keuntung yaitu kurang
lebih 3juta perbulannya. Ibu annie dikaruniai tiga orang anak yang pertama
kuliah, yang kedua masih Smp, dan yang terakhir masih Sd. Dan anak-anak ibu
Afri Anita sudah mendidik anak-anaknya untuk selalu membantu orang tua karena mendidik
itu dari hal-hal yang kecil dan itu bisa menjadi acuan bagi anak-anak ibu ini.
2.2 Uraian Kiat Prestasi / Kesuksesan Narasumber
Pada usaha Rumah Makan tersebut, pemilik usaha ini
belum memiliki prestasi apapun karena usaha ini bukan merk/label sendiri, usahanya yang dijalankan hanya
untuk mendapatkan penghasilan untuk membantuk keluarga. Adapun kiat-kiat yang dapat saya ambil dari pemilik usaha ini yaitu beliau mengatakan bahwa Kita harus berani melakukan
apapun yang dapat membuat kita menjadi orang yang sukses, dan janganlah untuk
selalu mudah menyerah dalam hal apapun, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil
dan dan selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan agar setiap apa
yang kita lakukan akan mendapatkan keberkahan yang baik.
Sukses yang sesungguhnya adalah mampu menjalani segala proses
baik yang sulit maupun yang mudah untuk dijalani dan mampu memotivasi seseorang
agar dapat mencapai kesuksesan. Jadi usaha belum memiliki uraian prestasi atau
kesuksesan. Usaha ini hanya sebagai tempat ia mencari rezeki dan untuk memenuhi keperluan sehari-hari beliau.
2.3
Uraian Teknik dan Pendekatan Kreatif dalam menghadapi wabah Covid 19
Ditengah
pandemi COVID-19 ini banyak orang yang terdampak akibat
virus ini, terutama pada sektor kesehatan.
Tetapi ada juga pada beberapa sektor pekerjaan. Apabila virus ini tidak segera mereda,
perekonomian di dunia dikhawatirkan akan bermasalah dan menghambat penghasilan. Khususnya perekonomian Indonesia. Di Indonesia, para pekerja kantor sudah banyak terdampak virus
corona Covid-19. Salah satu pekerjaan yang mudah terdampak pada virus corona Covid-19 ini ialah para
Pedagang. Karena imbauan social
distancing, banyak pedagang bangkrut dan harus menghentikan penjualan untuk berjualan karena minim pembeli. Pasar, Toko-toko dan Mall yang sepi pengunjung. Karena kondisi
pandemik corona, penurunan pendapatan pedagang menurun drastis dan
membuat semua orang merasakan keresahan dalam pandemi ini. Jika wabah tidak segera mereda, para pedagang dikhawatirkan dan merasa
kekurangan dalam menghidupi kebutuhan karena sepi pengunjung dan pembeli.
Ditengah pandemi seperti ini usaha Rumah Makan Ibu Afri Anita tetap berjalan seperti biasanya, akan tetapi mengurangi jumlah pasokan menu dari yang biasanya. Adapun omset penjualan Ibu Afri Anita menurun dikarenakan minimnya permintaan konsumen sehingga usaha ibu Afri Anita menurun. Dimasa pandemi ibu annie selalu berusaha untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu bersih menggunakan masker dan handsanitizer dalam menjalankan usahanya. Ibu Afri Anita sudah memaklumi hal tersebut ditengah pandemi seperti ini karena ia harus membantu kebutuhan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya sehingga tidak kekurangan dan menjadi bebannya dalam menghidupi kebutuhan ditengah pandemi. Dimasa ini Ibu Afri Anita membantu memperlancar usahanya dengan selalu melakukan penawaran melalui social media agar dapat mempermudah usaha sehingga tidak mengalami penurunan drastis secara terus menerus. Dan ibu Afri Anita sebagai tulang punggung keluarga, jadi dapat harus dapat memenuhi menjadi kewajiban cicilan yang harus dipenuhi tiap bulannya dan cashflow yang didapat tiap bulan.


mantap
BalasHapusMenarik sekali informasi nya
BalasHapusWoi
BalasHapusPadek jo, info sangat menarik.
BalasHapusMantap fandi, bapak pasti bangga
BalasHapussiap pinem bapak kamu juga bangga
HapusWoi woi woi ga jadi mungkar nangkir nyiksa bapak klen karena kebaktian klen , mantap mantap
HapusGOKIL
BalasHapusInformasi sangat bermanfaat, apalagi untuk yang sedanh dalam perjalanan
BalasHapusMantap broo
BalasHapusSangat menginspirasi
BalasHapusmantap koto
BalasHapusKEREN
BalasHapusMantap keren blognya
BalasHapusCocok buat nasi kotak pensi ni
BalasHapusAjo piaman koooo?
BalasHapusNice blog
BalasHapushmm mantap
BalasHapuskuwon bngettttttttt
BalasHapusmantap sanak
BalasHapus